BUTUH BANTUAN POLISI POLRES MAJALENGKA HUBUNGI KAMI 110 ,0233-281221 ATAU SMS 9123 .

Selasa, 02 Februari 2016

PELAJAR SMAN 1 JATIBARANG HILANG TENGGELAM DI CURUG SEMPONG DESA SIDAMUKTI MAJALENGKA







POLRES MAJALENGKA – selasa  2 pebruari 2016, Freniko bin Joni (16) siswa kelas 11 SMAN 1 Jatibarang, Kabupaten Indramayu yang juga warga Desa Bulaklor, Kecamatan Jatibarang, hilang diduga tenggelam ke dasar air ketika bermain bersama sejumlah temannya satu sekolahnya di Curug Sempong, Desa Sidamukti, Kecamatan Majalengka.


Kapolres Majalengka AKBP YUDHI SULISTIANTO WAHID, S.Ik menurut keterangan Kapolsek Majalengka Kota AKP M YAHYA, musibah hilangnya korban diperkirakan terjadi sekitar pukul 12.00 WIB.




Siang itu korban bersama tujuh orang temannya satu sekolah masing-masing Wan Toyib (17) warga RT 01/02, Desa Sleman, Kecamatan Sliyeg , Tori Maulana (16), warga Gang Bata, Desa Jayalaksana, Kecamatan Jayalaksana, Arif Wijaya (16) warga RT 22/02 Desa Bangkaloa, Kecamatan Widasari, Rizki warga RT 02 / 04, Desa Majasari, kecamatan Sliyek, Muhamad Jayadi (16) warga RT 01/04, Desa Tegalgirang, kecamatan Bangodua, Nanda Waqiyatun Kurniasaih (16) warga RT 03/03, Desa Ujungaris, Kecamata. Widasari serta Nuraenah (16) warga RT 13/03, Desa Bulaklor, Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Indramayu datang menggunakan sepeda motor ke Ciandeu, setelah itu mereka memarkir kendaraannya di alun-alun kemudian berjalan kaki menuju lokasi curug.

Setibanya di Curug korban langsung mandi di kubangan penampungan air dari air terjun (sunda:leuwi) yang kedalamannya mencapai kurang lebih 6 meter dengan lebar 3 meteran. Padahal semua teman-temannya telah memperingatkannya agar tidak mandi di kolam. Namun korban tetap memaksa.

Beberapa menit setelah masuk ke leuwi, Freniko langsung menghilang dan tidak muncul lagi. Teman-temannya yang menyaksikan kaget dan berupaya melakukan pencarian di pinggir sungai namun tidak ditemukan.



Merekapun akhirnya mengabarkan musibah yang dialami temannya kepada warga setempat dan kepolisian Sektor Majalengka Kota. Hingga sore hari dilakukan pencarian oleh tim dari Sat sabhara Polres Majalengka dipimpin KBO sabhara IPDA EDI P. PRAWIRODIJOYO dibantu tim Sars serta warga sekitar namun belum membuahkan hasil.


“Korban hingga saat ini masih dalam pencarian dan belum diketemukan, pencarian dihentikan pada saat ini dikarenakan medan dan cuaca yang tidak memungkinkan, kami bersama tim gabungan akan terus melakukan pencarian,” pungkas Kapolres Majalengka AKBP YUDHI SULISTIANTO WAHID, S.Ik.

ops cipkon Curat Curat Curanmor dan balapan liar serta antisipasi tindak terorisme


http://lantasresmajalengka.blogspot.co.id/2016/02/ops-cipkon-curat-curat-curanmor-dan.html

Senin, 01 Februari 2016

MAHASISWA PTIK JAKARTA BERSILATURAHMI DENGAN KETUA DEWAN MAJALENGKA






POLRES MAJALENGKA – Pada hari selasa 2 pebruari 2016, Mahasiswa Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) Jakarta ke 67, bersilaturahmi dengan Ketua DPRD Majalengka Tarsono D Mardiana, di ruang kerja ketua dewan.


Menurut salah satu perwira pendamping Kombes Pol Drs. UNTUNG SUDARTO, kedatangan 9 mahasiswa PTIK ini untuk bersilaturahmi dengan Ketua DPRD Majalengka sekaligus menyampaikan pesan dan harapan agar peran kepolisian di masyarakat makin meningkat.

“Peran polisi masyarakat (Polmas) harus ditingkatkan. Selain itu, bagaimana mendorong sinergi 3 pilar dapat memberikan rasa aman di masyarakat,”

Menurutnya, para mahasiswa yang tergabung dalam Pengabdian Masyarakat (Dianmas) Mahasiswa PTIK di Polda Jabar selama 5 hari, di wilayah Kabupaten Majalengka, dapat menginspirasi dan memotivasi DPRD Majalengka untuk menindaklanjuti komunikasi dengan pihak kepolisian.

“Polmas dapat menggerakkan kembali wajib lapor 1 x 24 jam. Atau bagaimana menggerakkan lagi Siskamling yang kini mulai ditinggalkan warga,”


Selanjutnya Ketua DPRD Majalengka Tarsono D Mardiana memberikan Cenderamata Simbol pertemanan kepada Paping STIK-PTIK Ke-67 Kombes Pol Drs. UNTUNG SUDARTO serta yang bertujuan untuk saling mengingatkan bahwa pernah berkumpul serta berkunjung di Kabupaten Majalengka Jawa Barat.

ALASAN MKY DAN M ANR PINDAH KE KALIMANTAN







POLRES MAJALENGKA - Sementara itu, Mukaya salah seorang eks Gafatar mengaku pindah ke Kalimantan ikut program mandiri ketahanan pangan, bukan ikut Gafatar karena Gafatar sudah dibubarkan sejak Agustus 2015 tahun lalu.


“Saya hanya ikut program tani mandiri ketahanan pangan, karena di sini tidak punya lahan dan di sana tidak pernah ikut kegiatan Gafatar, tidak diajak oleh siapa pun,” ungkap MKY (60) warga Desa Kedungsari Kecamatan Ligung, di depan Bupati Majalengka dan Unsur Muspida, Senin (01/02) di Pendopo Kabupaten Majalengka.

Ia mengaku mengenal, Ahmad Musadeq cuma sebagai koordinator lahan dan tidak ada kegiatan lain, hanya khusus bertani. “Saya tetap sholat lima waktu dan sholat Jumat, tidak ada kegiatan berkelompok selain bertani,” ungkapnya MKY (60).


Berbeda dengan pengakuan eks Gafatar lainnya, M ANR (38) warga Desa Kedunganyar Kecamatan Ligung, yang mengaku memang dulu dirinya bersama keluarga masuk Gafatar pergi ke Kalimantan, tepatnya di Kecamatan Semintau, Kabupaten Kapuas untuk merantau dan disambut warga setempat dengan ramah.

“Disana penduduknya tidak hanya Muslim, namun Nasrani juga, Saya dikasih lahan 1 hektare baru dicangkul dan baru 2 bulan di Kalimantan. Namun akibat beberapa kejadian di Kabupaten tetangga, kami yang baru datang dievakuasi oleh Pemerintah kembali ke Majalengka,” ungkap M ANR (38).

M ANR (38)  mengungkapkan Ormas Gafatar mengedepankan misi sosial budaya dan menghidupkan nilai-nilai gotong-royong dan agama masing-masing, terserah individu karena ada Muslim dan Nasrani yang masuk anggota.

“Kita kesana untuk bertani dan diiming-imingi lahan kosong, saya diajak Pa Yatno orang Jogyakarta waktu kerja di proyek bangunan di Jakarta,” ungkapnya.

M ANR (38) mengungkapkan di Kalimantan, dirinya bertani dan berdagang ketoprak selain membantu anggota lain membangun rumah dan pemukiman, karena keahliannya sebagai mantan tukang bangunan.

“Pernah ketemu Ahmad Musadeq dikasih motivasi-motivasi saja, tentang agar sukses dan lainnya. Kami anggota Gafatar ini beli tanah bersama dan digarap bersama sesuai keahlian, yang bisa tani ya bertani, jadi pedagang dan lainnya,” ungkapnya.

WARGA EXS GAFATAR TIBA DI MAJALENGKA HARUS DITERIMA DENGAN BAIK DAN DIBINA








POLRES MAJALENGKA – Pada hari senin 1 Pebruari 2016 sekitar jam 14.00 Wib, Pemerintah Kabupaten Majalengka, menerima kedatangan warga Majalengka ini yang merupakan eks anggota Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) yang dipulangkan dari Kalimantan Barat.




Bupati Majalengka H Sutrisno dan Wakil Bupati Majalengka H Karna Sobahi, Kapolres Majalengka AKBP YUDHI SULISTIANTO,WAHID, S.Ik diwakili Wakapolres KOMPOL HANDRIO WICAKSONO, S.Ik, Dandim 0617 Majalengka, Sekda, Seluruh kepala OPD, Camat, Kapolsek serta Danramil se-Kabupaten Majalengka juga Ketua MUI,  bersama unsur pimpinan daerah mennyambut langsung Sembilan warga Majalengka yang terindikasi masuk jaringan Gafatar untuk dibina lebih lanjut di setiap desa asal tinggal mereka.


Menurut Bupati Sutrisno, warga eks Gafatar harus diberikan ruang dan pembinaan lebih jauh serta harus diterima ditengah tengah masyarakat.

"Mereka hanyalah korban, karena itu mereka harus diberikan pembinaan dan pencerahan, baik soal keagamaan maupun bantuan sosial," kata Sutrisno saat memberikan pengarahan kepada eks Gafatar di Pendopo Majalengka.

Secara simbolis Bupati Sutrisno, juga memberikan bantuan kepada mereka disaksikan unsur Muspida, para Kepala OPD di lingkungan Pemkab Majalengka.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial dan Nakertrans Majalengka, H. Ahmad Suswanto menyebutkan, ke-9 warga eks Gafatar tersebut, diataranya, MKY (60) dan SN (55) warga Desa Kedungsari Kecamatan Ligung, M ANR (38), T KTN (35), AR F (14) dan ML warga Desa Kedunganyar Kecamatan Ligung. Selain itu, WCK (39), DSM (20) dan E MLA (12) warga Bongas Kulon Kecamatan Sumberjaya.

"Saya titip kepada pihak kepolisian dan Camat bisa mengantarkan anggota keluarga ini hingga tiba di rumah keluarganya dengan kondisi selamat,serta dibina lebih jauh oleh desa atau kecamatan yang bersangkutan, seluruh pihak harus membantu dan memberikan pengarahan kepada mereka,"tukas dia.





Kapolres Majalengka AKBP YUDHI SULISTIANTO,WAHID, S.Ik melalui Wakapolres KOMPOL HANDRIO WICAKSONO, S.Ik mengintruksikan kepada Camat setempat untuk mempasilitasi ketiga warga tersebut agar diterima dilingkungan masyarakat seperti sebelum mereka berangkat ke Kalimantan.

“Menghimbau masyarakat bila ada yang mengajak untuk bergabung dengan sebuah organisasi atau apapun sebaiknya berkoordinasi terlebih dengan pemerintah desa setempat, kepolisian atau Koramil menjaga kemungkinan organisasi yang diikutinya tidak legal.”

KASUS LAKALANTAS MAUT ANAK DIBAWAH UMUR SATLANTAS TEMPUH DIVERSI


http://lantasresmajalengka.blogspot.co.id/2016/02/kasus-lakalantas-maut-anak-dibawah-umur.html