BUTUH BANTUAN POLISI POLRES MAJALENGKA HUBUNGI KAMI 110 ,0233-281221 ATAU SMS 9123 .

Selasa, 03 Januari 2017

WARGA DESA WANAHAYU MENJADI KORBAN AKIBAT TERTIMBUN LONGSORAN TANAH




POLRES MAJALENGKA – Pada hari selasa 3 Januari 2017 diketahui sekitar jam 18.30 wib. Kapolsek Maja IPTU Mulyono, AIPTU Iyan kanit Reskrim, BRIGADIR Heri, BRIGADIR Jojo, BRIPTU Hermawan, mendatangi TKP telah diketemukan seorang laki-laki An. Samsudin Alamat di blok sabtu Rt 06 Rw 02 desa Wanahayu dalam keadaan meninggal dunia diduga akibat tertimpa longsoran tanah disawahnya.

Kapolres Majalengka AKBP Mada Roostanto, S.E., M.H, melalui Kapolsek Maja IPTU Mulyono mengatakan kejadian longsong yang terjadi di TKP di blok Sawah wetan Rt 02/02 desa Wanahayu kec. Maja kab. Majalengka, menimbulkan korban jiwa serta meninggalkan duka mendalam bagi keluarga korban An. Samsudin bin Ismail (70) pekerjaan tani.

Menjelaskan kronologis kejadian, Pada hari Selasa 3 Januari 2017 sekitar jam 07.00 Wib. Korban Sdr. Samsudin bersama istrinya bernama Cimot (68) bersama-sama berangkat kesawah miliknya bermaksud untuk memanen padi/membereskan bekas longsoran yang terletak di blok sawah wetan Rt 02'Rw 02 desa Wanahayu yang kurang lebih berjarak 1 km dari rumah korban.

Kemudian sekitar jam 15.00 wib. Sdri. Cimot istrinya mengajak pulang korban Sdr. Samsudin (suaminya) namun menolak untuk pulang dikarenakan sedang membersihkan longsoran tanah, sehingga istrinya tersebut pulang duluan, namun ditunggu hingga waktu maghrib suaminya tersebut tidak kunjung datang merasa curiga, akhirnya istrinya menyusul kesawah bersama Sdr. Oman (38), Sdr. Hendra (37), Sdr. Iip Santoso (24).

Selanjutnya sekitar jam 18.00 wib. dilakukan pencarian disawah miliknya ternyata  sudah diketemukan meninggal dunia diduga terkena urugan tanah ketika beberes galengan. Kemudian  dibawah pulang oleh  keluarga dan menghubingi Dokter Ade Puskesmas Maja, guna untuk melakukan pengecekan terhadap jenazah Korban.

“Dengan datangnya kejadian tersebut pihak keluarga menerima dengan lapang dada, bahwa kejadian tersebut diterima pihak keluarga sebagai musibah yang telah diberikan yang maha kuasa.” Ucap Sdri. Cimot istrinya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar